Langsung ke konten utama

Dunia Tinta-Baku Vs Tidak Baku (KBBI)

Hm ... ada 34 kata-kata dari KBBI yang sering salah penulisannya, nih.

Lavendel, bukan lavender.

Saksama, bukan seksama.

Pengin, bukan pengen.

Kucir, bukan kuncir.

Sekejap, bukan sekejab.

Jail, bukan jahil.

Seprai, bukan seprei atau sprei.

Nekat, bukan nekad.

Samudra, bukan samudera.

Saputangan, bukan sapu tangan.

Gemercik, bukan gemericik.

Instruksi, bukan intruksi.

Respons, bukan respon.

Insaf, bukan insyaf.

Kapak, bukan kampak.

Pencinta, bukan pecinta.

Gemeresik, bukan gemerisik.

Bus, bukan bis.

Anugerah, bukan anugrah.

Teknik, bukan tehnik.

Menyejajari, bukan menjajari.

Sukarela, bukan suka rela.

Plinplan, bukan plin-plan.

Belasungkawa, bukan bela sungkawa.

Bilamana, bukan bila mana.

Sukacita, bukan suka cita.

Air mata, bukan airmata.

Terima kasih, bukan terimakasih.

Salah guna, bukan salahguna.

Tenteram, bukan tentram.

Ketuk, bukan ketok.

Memesona, bukan mempesona.

Karena, bukan karna.

Kompleks, bukan komplek.

Sumber: KBBI V Daring

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Tau" atau "Tahu"?

"Tau" atau "tahu"? Jika Anda membuka KBBI dan mencari dua kata tersebut, maka KBBI akan berkata bahwa arti kata "tau" adalah merujuk pada kata "tahu" dan merupakan nama huruf ke-19 abjad Yunani . Sedangkan arti kata "tahu" adalah mengerti sesudah melihat (menyaksikan, mengalami, dsb), kenal (akan), mengindahkan, mengerti, dan masih banyak lagi . Jadi, yang manakah yang menjadi kata baku?  Lalu bagaimana saat Anda membuka EYD? Pernahkah Anda mencaritahunya di EYD pula? Jika pernah, pasti anda akan menyadari bahwa kata baku yang sebenarnya adalah "tahu". Namun bagaimana bunyi kata itu jika digunakan pada kalimat ini; "Kau tahu bahwa aku sedang makan tahu"? Lalu bagaimana dengan pengucapan Anda saat membaca kalimat tadi? Saya sangat yakin, bila Anda membacanya seperti ini; "Kau tau bahwa aku sedang makan tahu?" Benar? Ya. Sekarang ini, hampir semua rakyat Indonesia mengenal makanan berbahan dasar kedela...

Dunia Tinta-Acuh Vs Tak Acuh (KBBI)

Hayo, menurut kalian, "acuh" itu artinya apa? Jujur, deh, pasti ada yang jawab kalau artinya "acuh" itu "nggak peduli". Ya, 'kan? Udah, ayo ngaku!😂 Gini-gini. Buat kalian yang menduga arti "acuh" itu "nggak peduli", Lanna saranin buat cek KBBI dulu, ya. Soalnya, kalian SALAH BESAR . Dalam KBBI, "acuh" berarti "peduli", sedangkan "tak acuh" atau "acuh tak acuh" artinya "tidak peduli". Nah, udah dapat pencerahan?😂 Kalau belum, Lanna kasih contoh, deh😊 Skye selalu di acuh kan. Bahkan terlalu diacuhkan, hingga dia merasa tak nyaman untuk melakukan sesuatu karena begitu banyaknya orang yang memperhatikan. Skye tak pernah di acuh kan. Dunia tak pernah menganggapnya ada. Nah, nah, udah paham? Ok, selamat memperbaiki pemikiran kalian tentang kata "acuh"😄 Sumber: KBBI V Daring

Personal Branding Unik dalam Marketing Niagara Fruit

Pengguna media sosial, khususnya platform TikTok, pasti sudah tidak asing dengan kedai jus Niagara Fruit. Mungkin sekilas, tidak ada yang menarik ya, dari kedai jus yang satu ini? Sama-sama jus buah. Ada banyak sekali kedai yang menjual menu serupa. Bahkan di gang kecil dekat rumah saja, bukan tidak mungkin, ‘kan, ada dua atau lebih penjual jus dan salad buah? Mungkin pembeli hanya akan memilih sesuai ketersediaan buah favorit mereka, atau preferensi rasa jus maupun salad masing-masing.             Jadi, apa yang menjadi kelebihan Niagara Fruit hingga bisa viral? Mungkin yang pertama kali terlintas di benak konsumen ketika mendengar Niagara Fruit bukanlah produknya sendiri, melainkan branding yang dilakukan oleh pemilik kedai. Pemilik Niagara Fruit yang akrab dipanggil Ucup merupakan content creator aktif di media sosial, khususnya pada platform TikTok. Dia mengucapkan slogan dan gestur unik di hampir setiap videonya berjualan jus. “Niagara...