Langsung ke konten utama

Dunia Tinta-Plot Hole (Tips)

Kalian tahu apa itu plot hole? Yup, plot hole adalah kejanggalan dalam cerita. Misal kita bikin cerpen. Kita menceritakan tokoh A yang menemukan satu penyakit aneh pada salah keluarganya. Nah, di pemakaman si keluarga, A cerita ke temannya kalau keluarganya yang meninggal gara-gara penyakit aneh itu terserang virus mematikan karena kesalahan pada saat sang keluarga dibuat bahan uji coba satu lembaga untuk kepentingan mereka. A menjelaskannya secara detail.

Nah, dia saja bilang penyakitnya aneh. Kenapa bisa menjelaskan sedetail itu? Apalagi kalau kita enggak beri keterangan kalau A itu analis yang sangat handal atau semacamnya. Janggal, 'kan? Nah, itulah yang dinamakan plot hole.

Contoh yang lebih sederhananya, aku punya tokoh Kenari. Dia bersahabat erat dengan Binara dan seringkali bermain ke rumahnya. Nah, tapi dalam suatu adegan, aku membuat Kenari menelepon Binara untuk menanyakan alamat rumahnya.

Itulah plot hole.

Bagaimana caranya kita mencegah adanya plot hole dalam cerita?

1. Baca berulang-ulang.

Jangan malas baca ulang cerita kita. Kegunaannya banyak. Bisa memperbaiki kesalahan tanda baca, typo, mendapatkan lagi feel yang sering kali hilang saat kita masih di tengah menulisnya, dan tentu saja ... mengetahui plot hole. Dan kalau sudah tahu, jangan ditunda dulu. Segera perbaiki. Tambal lubangnya dengan bahan serupa sampai enggak ada bekas lubang.

2. Catat unsur suspense yang kita campurkan ke cerita.

Suspense adalah unsur terpenting--menurutku--untuk bikin pembaca betah membaca cerita kita. Dan meski kita sudah punya ancang-ancang taruh tanda tanya di sini, nanti dijawab di part akhir, sebaiknya realisasikan. Maksudku, catat. Karena seringkali, aku juga lupa.

Contohnya di "Prolog" aku taruh suspense tentang apa yang bikin Binara takut dengan daun. Nah, aku sudah ada perkiraan matang kalau nanti aku akan menjawab pertanyaan itu di "Epilog". Tapi kalau aku lupa, nanti jadi plot hole juga, 'kan?

3. Setiap cerita itu pasti diambil dari fakta di dunia nyata. Jadi, jangan terlalu mengada-ada.

Apa hubungannya poin ini sama plot hole? Sabar, aku jelaskan.

Jadi begini. Aku kasih contoh nyata, biar lebih gampang dipikirkannya. Kemarin, grup ArcturusAuthor kasih tugas ke para penghuninya untuk me-review salah satu novel wattpad. Di sana, penulis menyebutkan--sebut saja--Mawar sebagai orang yang pendiam karena dia suka fisika. Dan ternyata, hal sekecil ini pun bisa jadi plot hole menurut banyak penghuni grup tersebut karena pada kenyataannya, fisika enggak berpengaruh terhadap diamnya seseorang. Yang suka fisika juga enggak seserius dan sependiam yang disebutkan. Jadi, ya, begitu.

Nah, sudah selesai. Tipsnya sangat sedikit karena ini murni dari penalaran sempitku, bukan hasil googling di dunia seluas itu.

Semoga membantu!😚

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Tau" atau "Tahu"?

"Tau" atau "tahu"? Jika Anda membuka KBBI dan mencari dua kata tersebut, maka KBBI akan berkata bahwa arti kata "tau" adalah merujuk pada kata "tahu" dan merupakan nama huruf ke-19 abjad Yunani . Sedangkan arti kata "tahu" adalah mengerti sesudah melihat (menyaksikan, mengalami, dsb), kenal (akan), mengindahkan, mengerti, dan masih banyak lagi . Jadi, yang manakah yang menjadi kata baku?  Lalu bagaimana saat Anda membuka EYD? Pernahkah Anda mencaritahunya di EYD pula? Jika pernah, pasti anda akan menyadari bahwa kata baku yang sebenarnya adalah "tahu". Namun bagaimana bunyi kata itu jika digunakan pada kalimat ini; "Kau tahu bahwa aku sedang makan tahu"? Lalu bagaimana dengan pengucapan Anda saat membaca kalimat tadi? Saya sangat yakin, bila Anda membacanya seperti ini; "Kau tau bahwa aku sedang makan tahu?" Benar? Ya. Sekarang ini, hampir semua rakyat Indonesia mengenal makanan berbahan dasar kedela...

Dunia Tinta-Acuh Vs Tak Acuh (KBBI)

Hayo, menurut kalian, "acuh" itu artinya apa? Jujur, deh, pasti ada yang jawab kalau artinya "acuh" itu "nggak peduli". Ya, 'kan? Udah, ayo ngaku!😂 Gini-gini. Buat kalian yang menduga arti "acuh" itu "nggak peduli", Lanna saranin buat cek KBBI dulu, ya. Soalnya, kalian SALAH BESAR . Dalam KBBI, "acuh" berarti "peduli", sedangkan "tak acuh" atau "acuh tak acuh" artinya "tidak peduli". Nah, udah dapat pencerahan?😂 Kalau belum, Lanna kasih contoh, deh😊 Skye selalu di acuh kan. Bahkan terlalu diacuhkan, hingga dia merasa tak nyaman untuk melakukan sesuatu karena begitu banyaknya orang yang memperhatikan. Skye tak pernah di acuh kan. Dunia tak pernah menganggapnya ada. Nah, nah, udah paham? Ok, selamat memperbaiki pemikiran kalian tentang kata "acuh"😄 Sumber: KBBI V Daring

Dunia Tinta-Angka dan Bilangan (PUEBI)

Nah, ini, nih, materi kemarin Senin yang baru saja diulang lagi di grup metisazia . Langsung tancap gas ke evaluasi juga, tapi waktu diberi tugas, masih saja salah dalam penulisannya😧 Yup , angka dan bilangan memang sering salah penulisannya. Jadi, inilah materi angka dan bilangan. Semoga membantu😄 *** Angka Arab atau angka Romawi yang lazim dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor: ☆Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 ☆Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500), M (1.000), _ V (5.000), _ M (1.000.000). 1. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, KECUALI jika dipakai secara berurutan seperti dalam perincian. Contoh bilangan yang ditulis dengan huruf: Sinta sudah meminum jus alpukat lima gelas. Devi memiliki lebih dari seratus anime. Contoh bilangan yang ditulis dengan angka (karena digunakan secara berurutan) meskipun bilangan yang digunakan masih dapat...